Satu-satunya hal yang membuat Sasaki—seorang pria paruh baya—mampu bertahan menjalani pekerjaannya yang menguras jiwa adalah senyum ceria Yamada, wanita muda yang bekerja di sebuah swalayan 24 jam langganannya. Usai hari yang melelahkan dan penuh omelan dari atasan, Sasaki kerap mampir ke swalayan tersebut untuk memulihkan semangatnya berkat kehadiran kasir favoritnya itu.
Suatu hari yang terasa sangat berat, Sasaki tiba di swalayan dan mendapati bahwa giliran kerja Yamada sudah usai. Dengan perasaan kecewa, ia mencari tempat untuk merokok hingga seorang wanita dari area belakang toko memanggilnya untuk bergabung. Tayama, sosok yang berani dan gemar menggoda dengan gaya yang agak berbahaya, tak segan menyoroti kebiasaan unik Sasaki yang selalu mencari-cari rekan kerjanya itu—bahkan ia sampai memberitahu Yamada perihal ketertarikan khusus Sasaki padanya.
Kini, selain untuk menemui Yamada sang kasir pujaan, Sasaki juga datang ke swalayan demi melihat apakah Tayama—teman merokok barunya—sedang berada di sana. Namun, ada sisi lain di balik sifat usil Tayama yang awalnya tidak ia tunjukkan. Lewat setiap batang rokok yang diisap, sebuah persahabatan tak terduga pun mulai tumbuh di antara mereka.